Kamis, 12 Mei 2016

Tak hanya satu jalan menemukanmu | Serial #JodohmuDekat



Dari Abdullah bin Mas’ud ra, Rasulullah saw bersabda:
“Wahai para pemuda, siapa-siapa di antara kalian yang mampu ba’ah hendaknya ia menikah, sungguh nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan siapa-siapa yang belum mampu ba’ah maka hendaknya ia berpuasa, sungguh puasa itu akan menjadi perisai baginya.” (Muttafaq ‘Alaih )
Menikah adalah amal shalih, pernikahan termasuk bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang InsyaAllah terkandung di dalamnya banyak sekali kebaikan-kebaikan tidak hanya untuk bagi mereka yang menikah namun juga bagi keluarga masing-masing pihak serta bagi lingkungannya tentu dengan satu syarat memulai serta menjalani kehidupan pernikahan sesuai dengan apa-apa yang telah dituntunkan oleh Allah dan rasul-Nya.
Setiap kita sudah Allah tentukan sesiapa jodohnya. Namun yang menjadi rahasianya adalah “siapa orangnya”, “kapan dan dimana pertemuannya”. Meskipun begitu Allah juga memberi sedikit bocoran perkara jodoh ini sebagaimana termaktub dalam surah an-nnur ayat ke 26 yang menyampaikan wanita yang keji untuk laki-laki yang keji begitu juga dengan wanita yang baik dengan laki-laki yang baik. Intinya jodoh berbicara tentang kepantasan kita, Allah hanya akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang pantas untuk kita meurut Allah dan kitapun pantas untuk orang tersebut menurut Allah SWT.
Ada banyak pilihan dalam menemukan jodoh sang pendamping hati, ada jalan “kebanyakan” orang sebutlah contohnya dengan aktivitas pacaran, teman-teman sayang, teman tapi cinta, hubungan tanpa kejelasan serta beragam macam istilah lainnya yang pada intinya semua adalah membangun ikatan hati, ikatan cinta yang di balut oleh komitmen tanpa kejelasan. Masing-masing pihak sama-sama memiliki kesempatan untuk mengecewakan atau dikecewakan, menyakiti atau disakiti terlebih dari itu hubungan seperti ini tak jarang juga membuat seseorang melakukan pengorbanan yang kebablasan seperti mengorbankan uang, waktu, keluarga bahkan kehormatan diri. Ya, kita hanya bebas memilihnya namun tak bisa bebas menerima resiko atas pilihan tersebut.
Pilihan lain adalah memilih memulai pernikahan atas dasar ketaatan kepada Allah SWT, atas visi menggapai ridho Allah SWT, atas misi membangun peradaban dunia yang lebih mulia dengan melahirkan generasi-generasi yang shaleh serta shaleha. Pilihan yang terkadang terlihat sulit, terlihat tak mudah bahkan mustahil tapi selalulah yakin akan ada cahaya kenikmatan dibalik setiap ketaatan pada Allah dan rasulnya.
“Tak hanya satu jalan untuk menemukanmu, dan aku akan memastikan memilih jalan ketaatan untuk menemuimu”
Salam bahagia dari sahabatmu.

Karya tulis oleh Agus Ariwibowo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar