Kamis, 31 Desember 2015

10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru

Bagaimana hukum merayakan tahun baru bagi muslim? Ternyata banyak kerusakan yang ditimbulkan sehingga membuat perayaan tersebut terlarang.


Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1]
Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru ini terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.
Berikut adalah beberapa kerusakan akibat seorang muslim merayakan tahun baru.
Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram
Perlu diketahui bahwa perayaan (’ied) kaum muslimin ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan,
كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى
“Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fitri dan Idul Adha.’”[2]
Namun setelah itu muncul berbagai perayaan (’ied) di tengah kaum muslimin. Ada perayaan yang dimaksudkan untuk ibadah atau sekedar meniru-niru orang kafir. Di antara perayaan yang kami maksudkan di sini adalah perayaan tahun baru Masehi. Perayaan semacam ini berarti di luar perayaan yang Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan sebagai perayaan yang lebih baik yang Allah ganti. Karena perayaan kaum muslimin hanyalah dua yang dikatakan baik yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.
Perhatikan penjelasan Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’, komisi fatwa di Saudi Arabia berikut ini:
Al Lajnah Ad Da-imah mengatakan, “Yang disebut ‘ied atau hari perayaan secara istilah adalah semua bentuk perkumpulan yang berulang secara periodik boleh jadi tahunan, bulanan, mingguan atau semisalnya. Jadi dalam ied terkumpul beberapa hal:
  1. Hari yang berulang semisal idul fitri dan hari Jum'at.
  2. Berkumpulnya banyak orang pada hari tersebut.
  3. Berbagai aktivitas yang dilakukan pada hari itu baik berupa ritual ibadah ataupun non ibadah.
Hukum ied (perayaan) terbagi menjadi dua:
  1. Ied yang tujuannya adalah beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dan mengagungkan hari tersebut dalam rangka mendapat pahala, atau
  2. Ied yang mengandung unsur menyerupai orang-orang jahiliah atau golongan-golongan orang kafir yang lain maka hukumnya adalah bid’ah yang terlarang karena tercakup dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
    Barang siapa yang mengada-adakan amal dalam agama kami ini padahal bukanlah bagian dari agama maka amal tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Misalnya adalah peringatan maulid nabi, hari ibu dan hari kemerdekaan. Peringatan maulid nabi itu terlarang karena hal itu termasuk mengada-adakan ritual yang tidak pernah Allah izinkan di samping menyerupai orang-orang Nasrani dan golongan orang kafir yang lain. Sedangkan hari ibu dan hari kemerdekaan terlarang karena menyerupai orang kafir.”[3] -Demikian penjelasan Lajnah-
Begitu pula perayaan tahun baru termasuk perayaan yang terlarang karena menyerupai perayaan orang kafir.

Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir
Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ »
Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. 
Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“[4]
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [5]
An Nawawi –rahimahullah– ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziro’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashrani. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.”[6]
Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan memang benar-benar terjadi saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.
Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).
Beliau bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [7]
Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).[8]

Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru
Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari’atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun. 
“Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama’ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh. Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan. Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari’atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban.
Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat, mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.”
Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud,
وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ.
Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”
Ibnu Mas’ud lantas berkata,
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.” [9]
Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.

Kerusakan Keempat: Terjerumus dalam Keharaman dengan Mengucapkan Selamat Tahun Baru
Kita telah ketahui bersama bahwa tahun baru adalah syiar orang kafir dan bukanlah syiar kaum muslimin. Jadi, tidak pantas seorang muslim memberi selamat dalam syiar orang kafir seperti ini. Bahkan hal ini tidak dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’).
Ibnul Qoyyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.
Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”[10]

Kerusakan Kelima: Meninggalkan Perkara Wajib yaitu Shalat Lima Waktu
Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.
Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.
Ibnul Qoyyim –rahimahullah– mengatakan, “Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja termasuk dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”[11]
Adz Dzahabi –rahimahullah– juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).”[12]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[13]
Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.
Dengan merayakan tahun baru, seseorang dapat pula terluput dari amalan yang utama yaitu shalat malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[14]
Shalat malam adalah sebaik-baik shalat dan shalat yang biasa digemari oleh orang-orang shalih. Seseorang pun bisa mendapatkan keutamaan karena bertemu dengan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Sungguh sia-sia jika seseorang mendapati malam tersebut namun ia menyia-nyiakannya. Melalaikan shalat malam disebabkan mengikuti budaya orang barat, sungguh adalah kerugian yang sangat besar.

Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat
Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[15]
Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[16] Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)

Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina
Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina farji (kemaluan). Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini nyata terjadi di kalangan muda-mudi. Padahal dengan melakukan seperti pandangan, tangan dan bahkan kemaluan telah berzina. Ini berarti melakukan suatu yang haram.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[17]

Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin
Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”[18]
Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.”[19] Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu.

Kerusakan Kesembilan: Meniru Perbuatan Setan dengan Melakukan Pemborosan
Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?! Masya Allah sangat banyak sekali jumlah uang yang dibuang sia-sia. Itulah harta yang dihamburkan sia-sia dalam waktu semalam untuk membeli petasan, kembang api, mercon, atau untuk menyelenggarakan pentas musik, dsb. Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27)
Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauhi sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.
Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).” Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.”[20]

Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga
Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang bermanfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamtelah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” [21]
Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian.
Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[22]
Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman,
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ
“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[23]
Inilah di antara beberapa kerusakan dalam perayaan tahun baru. Sebenarnya masih banyak kerusakan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan ini karena saking banyaknya. Seorang muslim tentu akan berpikir seribu kali sebelum melangkah karena sia-sianya merayakan tahun baru. Jika ingin menjadi baik di tahun mendatang bukanlah dengan merayakannya. Seseorang menjadi baik tentulah dengan banyak bersyukur atas nikmat waktu yang Allah berikan. Bersyukur yang sebenarnya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah, bukan dengan berbuat maksiat dan bukan dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia. Lalu yang harus kita pikirkan lagi adalah apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin? Pikirkanlah apakah hari ini iman kita sudah semakin meningkat ataukah semakin anjlok! Itulah yang harus direnungkan seorang muslim setiap kali bergulirnya waktu. 
Artikel ini di olah dari berbagai sumber, semoga mendatangkan manfaat bagi penulis (sumber) dan pembaca.
Ya Allah, perbaikilah keadaan umat Islam saat ini. Perbaikilah keadaan saudara-saudara kami yang jauh dari aqidah Islam. Berilah petunjuk pada mereka agar mengenal agama Islam ini dengan benar.
“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Qs. Hud: 88)

Rabu, 23 Desember 2015

Kode Rahasia Ponsel OS Android

Ponsel Android sekarang memang lagi populer, beberapa vendor berlomba-lomba mengelurkan produk android unggulan nya.
Nah seperti ponsel lainya ternyata Android juga mempunyai Kode Rahasia, Android Secret Code Berikut adalah kode rahasia
tersembunyi yang dapat digunakan pada ponsel Google Android OS (hanphone dengan OS android) akses ke hal-hal yang tidak dapat diakses secara default.

Berikut beberapa Kode Rahasia Ponsel Canggih OS Android:
1. Informasi tentang ponsel dan baterai
* # * # 4636 # * # *
Hal ini menunjukkan empat informasi berikut
menu di layar:
- Telepon Informasi
- Informasi baterai
- Sejarah Baterai
- Statistik

2. Reset data seperti asal (Kembali ke pengaturan default)
* # * # 7780 # * # *
Ini akan menghapus beberapa informasi dan data sebagai berikut:
- Google pengaturan account yang disimpan ditelepon kamu
- Sistem dan aplikasi data dan pengaturan
- Aplikasi yang di Download
- SD Card file seperti foto, file musik, dll
Catatan: Setelah kamu memberikan kode ini, kamu mendapatkan prompt pada layar meminta kamu untuk mengklik pada tombol “Reset Telepon”. Jadi kamu mendapatkan kesempatan untuk membatalkan operasi kamu jika kamu ragu-ragu.

3. Format produsen asli
*2767*3855#
Pikirkan sebelum kamu memberikan kode ini. Ini akan menghapus semua file dan pengaturan,
termasuk penyimpanan memori internal. Ini juga akan menginstal ulang firmware telepon.
Catatan: Setelah kamu memberikan kode ini, tidak ada cara untuk membatalkan operasi kecuali jika kamu melepas baterai dari telepon. Jadi berpikir dua kali sebelum memberikan kode ini
(Kebayang dong kalo kode ini di oprasikan pada gadget seperti tab/ sejenisnya yang batrenya gak bisa plug in/out (di solder)

4. Informasi tentang ponsel kamera
*#*#34971539#*#*
Kode ini menunjukkan menu berikut:
- Update firmware dari kamera dalam gambar (Jangan mencoba opsi ini)
- Update firmware kamera di kartu SD
- Dapatkan versi firmware kamera
- Dapatkan hitungan update firmware
PERINGATAN: Jangan gunakan opsi pertama, ponsel kamera akan berhenti bekerja dan kamu akan perlu membawa telepon ke layanan / toko untuk menginstal ulang firmware kamera.

5. Kode ini dapat digunakan untuk mengubah :
“End Call / Power”
* # * # 7594 # * # *
Kode ini dapat digunakan untuk mengubah “End Call / Power” tindakan pada keypad ponsel. Jadi default, jika kamu menekan tombol untuk beberapa saat, ia akan menampilkan layar yang
meminta kamu untuk memilih pilihan dari mode Diam dan Matikan telepon Airplane mode. Kamu dapat mengubah tindakan menggunakan kode ini. kamu dapat mengaktifkan kekuatan ini secara langsung dari tombol sehingga kamu tidak
perlu membuang waktu kamu dalam memilih pilihan.

6. Buka layar di mana file copy
* # * # 273 283 * 255 * 663 282 *#*#*

7. Layanan modus log
* # * # 197328640 # * # *
kamu dapat menjalankan berbagai tes dan
perubahan pengaturan dalam modus layanan.

8. Uji Kode: WLAN, GPS dan Bluetooth
* # * # 232339 # * # * – tes WLAN
* # * # 526 # * # * – tes WLAN
* # * # 528 # * # * – tes WLAN (Gunakan “Menu” untuk meluncurkan berbagai uji)
* # * # 1472365 # * # * – tes GPS
* # * # 1575 # * # * – tes GPS lain.
* # * # 232331 # * # * – tes Bluetooth

9. Kode untuk mendapatkan informasi versi
firmware:
* # * # 4986 * 2650468 # * # * – PDA, Telepon, H / W, RFCallDate
* # * # 1234 # * # * – PDA dan Telepon
* # * # 1111 # * # * – FTA BD Versi
* # * # 2222 # * # * – FTA HW Version

10. Kode untuk meluncurkan berbagai Pabrik Tes:
* # * # 0283 # * # * – Loopback paket
* # * # 0 *#*#* – LCD tes
* # * # 0588 # * # * - Sensor jarak tes
* # * # 3264 # * # * - RAM versi
*#0673# atau *#0289# - Melody test. Kode ini untuk memeriksa speaker ponsel. "Setelah menekan kode ini akan muncul tombol pilihan "Speaker_on, Receiver_on, Headset_on Left, Headset_on Right, Receiver_Headset_on Left, Receiver_Headstet_on Right, OFF, dan EXIT".
*#2664# Kode ini untuk memeriksa layar. Setelah menekan kode layar akan berubah jadi hitam, sentuh layar dan gerak-gerakan, garis merah akan muncul. Apabila Anda menarik garis dan ada yang putus, berarti ada masalah dengan layar ponsel.
*#2663# Touch screen version. Pada menu ini terdapat info touch screen firmwire version dan pilihan untuk update secara online.
*#3282*727336*‪# ‎Data‬ Make. Menampilkan info data yang ada dalam ponsel seperti info jumlah percakapan, panggilan tak terjawab, SMS, jumlah file foto, video, dll.
*#0842#Device Test. Kode ini untuk memeriksa kemampuan getaran ponsel. Pada menu ini akan ada beberapa tombol On, Off, Auto untuk mencoba mode getar ponsel.
*#7353# Kode ini untuk menjalankan beberapa tes standar seperti ringtone, getaran, speaker, cahaya layar, kamera, Bluetooth, layar, accelerometer censor, proximity censor.
*#*#0*#*#* LCD test. Kode ini memiliki fungsi utama untuk memeriksa layar ponsel. Setelah menekan kode ini akan muncul beberapa tombol pilihan red, green, blue, receiver (white), vibration
(black), dimming, megacam, sensor, touch,
sleepmode, speaker dan sub key.
*#0228# Battery Status. Menampilkan info status baterai.
*#*#8255#*#* GTalk Service Monitor. Menampilkan info Gtalk pengguna ponsel.
*#232337# Bluetooth test. Setelah memasukkan kode ini akan tampil Bluetooth device address.
*#232338# Wlan Mac Address. Menampilkan MAC address WiFi.
*#44336# Version. Menampilkan informasi versi firmwire ponsel, waktu pembuatan ponsel dan changelist.
*#03# Nand Flash Header Read. Menampilkan Nand Flash Unique Number.
Mungkin untuk beberapa kode hanya bekerja di type-type ataupun versi android tertentu.

😆😆😆
Semoga bermanfaat, selamat mencoba !!

Minggu, 20 Desember 2015

PERGILAH UNTUK MEMBAHAGIAKAN HATIMU



"Ketika cinta bertepuk sebelah tangan"

Pernahkah kamu berharap pada seseorang,

Kamu berharap kebaikannya,
Kamu berharap kehadirannya,
Kamu berharap perhatiannya,

Bahkan kamu berharap kasih sayangnya,

Tapi..
Seringkah engkau dikecewakannya?
Seringkah engkau menangis karenanya?
Seringkah engkau merasa disakiti olehnya?

Lalu…

Pantaskah kamu masih berharap padanya?

Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu
Adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan?
Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi baik?
Apakah dengan tangismu, dia akan hadir?
Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu?

Mungkin jawabannya TIDAK

Jadi…

Bukankah ini saatnya untuk kamu pergi?
Bukankah ini saatnya untuk kamu berpaling?
Bukankah ini saatnya untuk kamu menjauh?

Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu…

Berpalinglah untuk tetesan airmata itu

Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu..

Sulitkah itu bagimu?

Jika “YA”,

Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu..
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mempedulikanmu..
Pikirkanlah betapa dia bahkan tak sempat memikirkanmu..

Tanpa kamu sadari…

Kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosongmu
Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan
Sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia peduli
Sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena dan tak beranjak…

Ya… semua yang sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia…

Yang sedikit bahkan semu, sudah membuat kamu bertahan..

Untuk apa?

Untuk sesuatu yang KOSONG!!!
Untuk sesuatu yang tak pernah dia pikirkan!!!
Untuk sesuatu yang bukan apa-apa untuknya!!!
Untuk sesuatu yang DIA TIDAK TAHU!!!
Atau untuk sesuatu yang dia TAK AKAN PEDULI!!!

Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang kamu akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi…


Tidakkah semua itu CUKUP bagimu?

Saatnya kamu melangkah, mendaki di terjalnya kehidupan dan mengalir bagai sungai

Jangan bertahan untuk harapan yang tak pernah ada…
Jangan menunggu hembus angin yang lalu…
Jangan sampai kamu terbangun dalam keadaan remuk...

Selagi kamu bisa berdiri…
Selagi airmatamu belum habis...
Selagi hatimu belum bernanah...

Biarlah sakitnya terasa hari ini, esok lusa luka itu akan mengering
Biarlah dia menjadi bagian kenanganmu, tapi dia tak lagi menghancurkanmu, bahkan ketika kamu pergi dia tak akan menangisimu

Mungkin dia tak menyadarinya

Karena kamu bukan yang diharapkannya
Karena kamu bukan yang dipirkannya
Karena kamu bukanlah apa-apa baginya

Jangan pernah menoleh lagi untuknya
Jika hari ini kamu sadar siapa dia
Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi atau kapanpun itu, dia akan menjadi orang yang sama
Yang tak pernah mempedulikanmu
Yang hanya memberimu sedikit kata
Yang hanya memberimu sedikit senyum
Yang akan menumpahkan air matamu
Yang akan menggoreskan rasa kecewa
Dan mengguratkan luka dihatimu (lagi)

Maka PERGILAH…

Biarkan hari ini menjadi rasa kecewamu
Biarkanlah airmata itu menetes sederasnya
Dan biarlah rasa sakit itu menghunjam dalam
Tapi itu yang TERAKHIR untuknya
Itu yang TERAKHIR…


Ingat...

Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini, bukalah hatimu
Diluar sana masih banyak yang membutuhkanmu
Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap menerima cintamu..

Yang lebih menghargai cintamu.

Sabtu, 19 Desember 2015

PERBEDAAN PACARAN DAN TA'ARUF


PACARAN adalah salah satu aktivitas antara laki-laki dan perempuan yang diharamkan oleh Allah SWT. Namun, tak jarang banyak orang yang berdalih, “Jika tidak pacaran, bagaimana mungkin nanti bisa menikah? Bukankah menikah itu butuh adanya saling mengenal satu sama lain dulu?.”

Nah, sobat muslim karena agama islam itu adalah agama yang sempurna. Sehingga, semua aktivitas manusia itu diatur dalam islam, hal itu tentunya agar umat islam tidak melakukan dosa dan melanggar larangan Allah SWT. Intinya, Allah sangat sayang pada hamba-Nya lewat dibuatkannya aturan-aturan itu.

Terus bagaimana islam mengatur jika seseorang ingin menikah tapi tidak ingin mendapatkan pasangan seperti membeli kucing dalam karung?

Tenang-tenang dan jangan galau. Jawabannya lewat ta'aruf. Ta'aruf merupakan sarana untuk saling mengenal satu sama lain dengan niatan ingin segera menikah. Eits, jangan lupa dalam ta'aruf juga ada aturannya, kenapa harus ada? Karena ta'aruf itu berbeda dengan pacaran yang serba bebas.

Sobat muslim yang dirahmati Allah SWT, yuk kita preteli satu persatu perbedaan pacaran dengan ta'aruf ini, tujuannya agar kita tidak terjebak dalam lubang pacaran. Ok, deh langsung saja nih:

1. Di Mata Allah
Di mata Allah, pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati zina. Sebab, di dalam hubungan bernama pacaran itu, semua bentuk zina bisa ditemukan. Zina hati, zina mata, zina tangan, zina kaki, zina mulut, dan zina yang terbesar yakni zina farji. Sobat muslim tahu tidak, jika zina itu adalah salah satu dari tujuh dosa besar di dalam islam. Naudzubillahimindzalik.

Bagaimana dengan ta'aruf? Ta'aruf justru disyariatkan dalam islam, sebelum memulai suatu hubungan bernama pernikahan. Rasulullah menyarankan agar kita mengenal calon pasangan hidup kita, bagaimana agamanya, akhlaknya, wajahnya, keturunannya, dan lain sebagainya. Kalau tidak ta'aruf dikhawatirkan kita akan menyesali pilihan kita itu nantinya. Tentu dalam berta'aruf ada rambu-rambu yang harus diketahui dan dijalankan, agat tidak sama pengertiannya antara ta'aruf dan pacaran.

2. Tujuan
Tujuan ta'aruf sudah jelas, yakni untuk menikah. Sedangkan tujuan pacaran itu bisa macam-macam. Coba kamu tanyakan ke teman-teman yang sudah punya pacar atau bahkan kamu sendiri, apakah benar tujuan kalian pacaran untuk menikah? Nah lho…

3. Jangka Waktu
Jangka waktu ta'aruf maksimal tiga bulan, tentu jika lebih cepat maka lebih baik. Kenapa harus dikasih batas waktu? Karena jika terlalu lama, dikhawatirkan hati kita akan ternodai dan justru melanggar larangan Allah, selain itu jika lama namanya bukan ta'aruf tapi pacaran.

Kalau pacaran jangka waktunya berapa? Pacaran itu tidak ada batas waktu kan? Kamu tidak tahu kapan masa pacaranmu berlangsung. Ada yang pacarannya sampai sembilan tahun, ada juga yang cuma satu minggu.

4. Dilihat dari Kesiapan Mental
Orang yang sudah berani untuk ta'aruf, berarti mentalnya sudah lebih siap untuk menikah, daripada orang yang pacaran. Kenapa? Ya, karena tujuan ta'aruf sudah jelas untuk menikah. Jadi, tidak ada unsur main-main lagi di sini. Orang yang menjalaninya sudah benar-benar yakin bahwa dia ingin menikah. Sementara itu, orang yang pacaran belum tentu sudah siap menikah, karena toh tujuannya pacaran tidak selalu untuk menikah.

5. Pengaruh Terhadap Hati
BERLAMA-LAMA menjalin hubungan dengan lawan jenis, akan mengotori hatimu. Mungkin awalnya biasa saja, tetapi setelah melihat banyak kelebihannya ketika sedang berinteraksi, kamu menjadi terpesona.

Yup! Itulah yang terjadi kalau kamu pacaran. Hubungan yang terjalin lama akan mengeratkan hati kalian, padahal kalian belum tentu menikah. Sedangkan ta'aruf belum tentu. Jangka waktu ta'aruf yang hanya sebentar, tidak akan terlalu berpengaruh terhadap hatimu. Kalau ta'arufnya tidak jadi, tidak akan nangis bombay, karena hasil ta'aruf benar-benar murni keputusan Allah semata.

6. Lebih Menjamin Kebenaran Informasi
Jawab dengan jujur,ya:
  • Ketika pacaran, apakah kamu menyembunyikan semua kekuranganmu?
  • Ketika pacaran, apakah kamu menampilkan semua kelebihanmu?
  • Ketika pacaran, apakah kamu menyembunyikan semua kebiasaan jelekmu?
  • Ketika pacaran, apakah kamu menampilkan semua kebissaan baikmu?

Jika jawabannya ya, berarti kamu memang benar-benar hanya ingin pacarmu tahu yang terbaik darimu saja. Beda dengan ta'aruf. Kamu dilarang berbohong dan wajib menceritakan dirimu apa adanya, di daftar biodata, kamu bahkan bisa mendapatkan beberapa hal yang bisa menjelaskan siapa calonmu itu sebenarnya, seperti: karakter (sifat baik dan sifat buruk) mu atau bahkan penyakit yang pernah diderita. Pada saat ta'aruf, justru kamu akan lebih banyak mengetahui tentang calonmu.

7. Perantara atau Mediator
Perantara atau mediator sangat dibutuhkan dalam ta'aruf. Kamu tidak bisa berdua saja. Mengapa?

a. Tidak dapat memberikan lebih banyak informasi tentang dia.
Kalau cuma berdua saja, bisa jadi kamu merasa gerogi sehingga tidak jadi menanyakan segala hal yang ingin kamu tanyakan kepada calon pasangan hidupmu. Ya, kamu sudah menyiapkan bahan pertanyaan, tapi rasa gerogi mengalahkan itu semua. Atau, kamu merasa tidak enak menayakannya, takut dia tersinggung dan sebagainya. Padahal jelas-jelas pertanyaan-pertanyaan itu wajib kamu tanyakan.

b. Rentan terhadap Kebersihan Hati
Kalau cuma berdua, semua hal bisa terjadi. Artinya kata-kata yang seharusnya tidak terlontar ketika baru ta'aruf pun bisa terlontar. Apalagi yang laki-laki, sudah takdir kalau laki-laki paling jago membuat rayuan gombal. Rayuan itu tidak ada salahnya dilontarkan, tapi nanti kalau sudah ijab sah. Kalau belum? Eits, tunggu dulu! Kalau tidak menunggu, bisa mengotori kebersihan hati.

c. Tidak Tegas
Seorang perantara akan memberikan jangka waktu kepada calon pasangan suami-istri yang sedang berta'aruf, kapan deadline ta'aruf, kapan ta'aruf selanjutnya, kapan pertemuan dengan orangtua, kapan lamaran dan sebagainya. Semuanya jadi jelas dan tidak akan berlama-lama. Berbeda kalau kamu ta'aruf berdua saja, kamu dan si calon bisa menjadi tidak tegas dalam menentukan deadline ta'aruf, jadwal ta'aruf selanjutnya, pertemuan dengan orangtua, lamaran dan sebagainya.


8. Plus-Minus
PACARAN sembilan tahun, tapi tidak jadi menikah dan ternyata malah menikah dengan orang lain? Wah, sakit banget kan? Berikut ini adalah kekurangan hubungan bernama pacaran:

a. Membuang Waktu
Kalau kamu tahu bahwa ternyata kamu menikah dengan si B, dan bukan si A yang dulu menjadi pacarmu selama sembilan tahun, maka lebih baik dari dulu kamu pacran dengan si B. Sayang bukan, kalau ternyata waktu sembilan tahunmu itu hanya kamu gunakan untuk mengenal si A yang ternyata tidak jadi menikah denganmu?
Saat ta'aruf, kamu tidak akan membuang waktu seperti itu. Waktu ta'aruf amat dibatasi, sehingga apabila proses ta'aruf mengalami kegagalan, kamu tidak akan membuang waktu sampai bertahun-tahun.

b. Membuang Uang
Lazimnya saat pacaran, ada acara jalan-jalan bersama sang doi, apakah itu ke mall, nonton di bioskop, minum kopi di caffe, bahkan mentraktir si doi food court, minimal membelikan donat. Semua itu butuh ongkos. Belum lagi memberikan hadiah bila pacar ulang tahun dan beli pulsa demi bisa sering-sering menelepon atau mengirin sms ke doi. Eh, begitu putus pacaran, semua hadiah dikembalikan, yang lebih parah malah dibuang, karena tidak mau mengingat-ingat mantan pacar lagi. Hmmm... cukup banyak juga biaya yang terbuang ya? Coba kalau uang itu ditabung untuk biaya menikah? Lebih bermanfaat bukan? Tapi pacaran, sudah keluar uang banyak, ternyata tidak jadi menikah dengan si dia.

Bagaimana dengan ta'aruf? Tentu saja kamu tidak perlu keluar uang sepeserpun, kecuali mungkin uang untuk membuat biodata atau cetak foto, hehe. Namun, tidak semua gaya ta'aruf memakai biodata dan foto. Ada juga yang langsung berkenalan. Intinya, ta'aruf tidak memakai biaya terlalu banyak.

c. Membuang Tenaga
Mengantar si doi ke mana-mana, sudah tentu butuh tenaga. Apalagi kalau mengantar belanja, ditambah disuruh untuk bawa barang ini dan itu. Wah, capek banget kan?

Ta'aruf? Ya, tidak dong. Kamu dilarang mengantar si dia ke mana-mana kalau baru ta'aruf.

d. Korban Perasaan alias Buat Kamu Jadi Baper
Semua juga tahu, saat pacaran kita harus berkorban perasaan. Pas kangen, pas cemburu, pas sedih, dan lain-lain. Aduh, sungguh sangat sayang jika perasaan itu tidak diberikan ke orang yang tepat, seperti istri atau suami. Apalagi kalau kita yang jadi korban putus cinta. Wah, jadi sakitnya tuh di sini kan? Heheee

Kalau Ta'aruf? Memang saat ta'aruf, kita juga mungkin akan mengalami korban perasaan saat ta'arufmu gagal. Tapi cuma sedikit dan sebentar kok, dan In sha Allah tidak akan berlarut-larut . Sebab, ta'aruf ini niatnya memang karena Allah untuk menyempurnakan agama alias menikah, maka rasa sakit itu akan terobati dengan manisnya pahala yang didapat. Amiin.

Nah, sekarang sobat muslim sudah tahu kan bedanya ta'aruf dan pacaran. Mau tunggu apalagi, segera jauhi pacaran dan jika kamu ingin menikah maka lakukan ta'aruf, In Sha Allah berkah. Aamiin

Kamis, 17 Desember 2015

SEBAIK-BAIK PERHIASAN ADALAH WANITA SHOLEHAH

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

WANITA SHOLEHAH

SUNGGUH sangat beruntung bagi wanita shalihah di dunia ini. Ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Kalau pun ia wafat, maka Allah akan menjadikannya bidadari di akhirat nanti. Oleh karena itu, para pemuda jangan sampai salah memilih pasangan hidup. Pilihlah wanita shalihah untuk dijadikan istri dan pendamping hidup setia.

Siti Khadijah r.a. adalah figur seorang istri shalihah yang menjadi penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau telah berkorban dengan harta, kedudukan, dan diri beliau demi membela perjuangan Rasulullah Saw. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah r.a., hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasul walau beliau sendiri sudah meninggal.

Allah berfirman dalam QS. An Nuur ayat 30-31, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji (kemaluan) - nya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji- nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak dari padanya.

Rasulullah Saw. bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim).

Ciri khas seorang wanita shalihah adalah ia mampu menjaga pandangannya. Ciri lainnya, dia senantiasa taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah memperbanyak dzikir kepada Allah di mana pun berada. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al Quran. Jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan perilaku takwa, akan terpancar cahaya keshalihahan dari dirinya.

Wanita shalihah tidak mau kekayaan termahalnya berupa iman akan rontok. Dia juga sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan sesuatu kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya justru bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).

Wanita shalihah itu murah senyum, karena senyum sendiri adalah shadaqah. Namun, tentu saja senyumnya proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Intinya, senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Bisa dibayangkan jika kaum wanita kerja keras berlatih senyum manis semata untuk meluluhkan hati laki-laki.

Wanita shalihah juga harus pintar dalam bergaul dengan siapapun. Dengan pergaulan itu ilmunya akan terus bertambah, sebab ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik sehingga hal itu berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Pendek kata, hubungan kemanusiaan dan taqarrub kepada Allah dilakukan dengan sebaik mungkin.

Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah dari kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya akan selalu terkontrol. Tidak akan ia berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al Quran dan As Sunnah. Dan tentu saja godaan setan bagi dirinya akan sangat kuat. Jika ia tidak mampu melawan godaan tersebut, maka bisa jadi kualitas imannya berkurang. Semakin kurang iman seseorang, maka makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, maka makin buruk kualitas akhlaknya.

Pada prinsipnya, wanita shalihah itu adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari beraneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai . Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.

Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia polos tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukan hati tiap-tiap orang di sekitarnya. Karena ia yakin betul bahwa Allah tidak akan pernah meleset memberikan karunia kepada hamba-Nya. Makin ia menjaga kehormatan diri dan keluarganya, maka Allah akan memberikan karunia terbaik baginya di dunia dan di akhirat.

Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka banyak-banyaklah belajar dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. Seperti Siti Aisyah yang terkenal dengan kecerdasannya dalam berbagai bidang ilmu. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau adalah seorang istri yang bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak.

Bisa jadi wanita shalihah itu muncul dari sebab keturunan. Bila kita melihat seorang pelajar yang baik akhlaknya dan tutur katanya senantiasa sopan, maka dalam bayangan kita tergambar diri seorang ibu yang telah mendidik dan membimbing anaknya menjadi manusia yang berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses yang memakan waktu. Disini faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan dan lain-lain. Apa yang nampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi.

Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan yang Allah pimpinkan. Dan aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja berlaku bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri yang berumah tangga. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya. Usahakanlah kita mampu memberikan warna yang baik bagi orang lain, bukan sebaliknya malah kita yang diwarnai oleh pengaruh buruk orang lain.

Jika para wanita muda mampu menjaga diri dan memelihara akhlaknya, maka iman kaum laki-laki akan semakin kuat. Cahaya keshalihahan wanita mukminah akan menjadi penyejuk sekaligus peneguh hati orang-orang beriman. Apalagi bagi kaum muda yang sangat rentan dari godaan syahwat. Mereka harus dibantu dalam melawan godaan-godaan.

Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga dan bahkan negara. Kita pernah mendengar, bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka bisa dibayangkan, berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Dalam sebuah keterangan diyatakan bahwa bejatnya akhlak wanita bisa menyebabkan hancurnya sebuah negara. Bukankah wanita itu adalah negara? Bayangkanlah, jika tiang-tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah, sehingga tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa.

Jadi kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah. Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita kita.


Di Mana Cantiknya Seorang Wanita?

Mungkin pada sepasang matanya yang hening yang selalu menjeling tajam atau yang kadang kala malu-malu memberikan kerlingan manja. Boleh jadi pada bibirnya yang tak jemu-jemu menyerlahkan senyuman manis, atau yang sekali-sekala memberikan kucupan mesra di dahi umi juga, ayah, suami dan pipi munggil anak-anak. Atau mungkin juga pada hilai tawanya yang gemersik dan suara manjanya yang boleh melembut sekaligus melembutkan perasaan.

Sejuta perkataan belum cukup untuk menceritakan kecantikan perempuan. Sejuta malah berjuta-juta kali ganda perkataan pun masih belum cukup untuk mendefinisikan tentang keindahan perempuan. Kitalah perempuan itu. Panjatkan kesyukuran kehadrat Tuhan kerana menjadikan kita perempuan dan memberikan keindahan-keindahan itu. Namun, betapa pun dijaga, dipelihara, dibelai dan ditatap di hadapan cermin saban waktu, tiba masanya segalanya akan pergi jua. Wajah akan suram, mata akan kelam. Satu sahaja yang tidak akan dimamah usia, sifat keperempuanan yang dipupuk dengan iman dan ibadah.

Anda ingin lebih cantik dan menarik??

# Jadikanlah Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai "hiasan mata" anda, nescaya akan semakin bening dan jernih.

Allah berfirman : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya" (QS. 24 : 30-31)

# Oleskan "lipstik kejujuran" pada bibir anda, nescaya akan semakin manis.

Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku jujur hingga ia disebut shiddiq (orang yang senantiasa jujur). Sedang dusta mengantarkan kepada perilaku menyimpang (dzalim) darn perilaku menyimpang mengantarkan kepada neraka. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku dusta hingga ia disebut pendusta besar.( Abdullah bin Mas’ud RadhiyAllohu ‘anhu yang terhimpun dalam Kitab Hadits Bukhari, Muslim dan Tirmidzi. (HR Bukhari dalam shahihnya bab Adab subbab 69, jilid VII, hal 95. HR Muslim dalam shahihnya bab Al-Birr subbab 29, hadits nomor 104, jilid IV hal 2012-2013, dan HR Tirmidzi dalam sunannya bab Al-Birr subbab 46 hadits nomor 1971 jilid IV hal 347)

Jujur ialah kesesuaian ucapan dengan hati kecil dan kenyataan objek yang dikatakan (Fathul Baari, jilid X, hal 507).

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur” (QS: At-Taubah: 119).

Dalam ayat lain, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Jikalau mereka jujur kepada Alloh, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka” (QS: Muhammad: 21)


# Gunakanlah "pemerah pipi" anda dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang dibuat dari salon Iman.

Kata Ali bin Abi Thalib,“Orang yang menjadikan sifat malu sebagai pakaiannya, niscaya orang-orang tidak akan melihat aib dan cela pada dirinya.”

Kata Nabi, “Malu adalah bagian dari iman, dan keimanan itu berada di surga. Ucapan jorok berasal dari akhlak yang buruk dan akhlak yang buruk tempatnya di neraka.” (HR. Tirmidzi dalam Ktab Birr wash Shilah, hadits nomor 1932 )

# Pakailah "sabun Istighfar" yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang anda lakukan.

Istighfar merupakan syiar para Anbiyaullah,tidak ada seorang nabipun yang tidak beristighfar dan selalu mengajak umatnya untuk beristighfar, Nabi Adam As dan Siti Hawa beristighfar atas dosa yang telah mereka perbuat, Firman Allah Surat Al-`Araf 23:

Keduanya berkata:

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya
pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".( Al-`Araf 23: )

# Rawatlah rambut anda dengan "Selendang Islami" yang akan menghilangkan kelemumur pandangan lelaki yang merbahayakan.

“Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (An-Nur: 31).

# Hiasilah kedua tangan anda dengan gelang Tawadhu' dan jari-jari anda dengan cincin Ukhuwwah.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala : (Mereka) keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka... (QS. al-Fath:29)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyuruh Nabi-Nya dengan firman-Nya: dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. (QS. asy-Syu'ara :215)

Rasulullah bersabda, “Dunia adalah perhiasan, sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita salehah.” (HR. Muslim).

Nabi Shallallahu Alaihi wasallam bersabda : Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu” (HR. Baihaqi)

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim).

# Sebaik-baiknya kalung anda adalah kalung "kesucian".

Dari Abu Malih Al- Hudzli : Kaum perempuan kota Himsh atau penduduk syam menemui Aisyah. lalu Aisyah berkata " kalian adalah kaum perempuan yang masuk ke kamar mandi. padahal, aku mendengar Rosulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda ' Siapa saja perempuan yang meletakkan pakaiannya bukan di rumah suaminya, Allah akan membuka aibnya' ". ( H. R AL-Tirmidzi, Abu Daud, AL- Hakim )

Abu Hurairah r.a pun menyebutkan, ketika turun ayat al- mula'anah ( tentang suami-istri yang saling melaknat karena dugaan perbuatan serong ) Rosulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda " Siapapun perempuan yang menemui suatu kaum yang bukan kerabatnya, ia akan tidak memperoleh apapun dari Allah swt dan Dia tidak akan memasukkannya ke surga "

Dari Aisyah ra berkata : “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki beberapa kelebihan. Demi Allah, sesungguhnya aku tidak pernah melihat wanita lain yang lebih baik daripada wanita kaum Anshar dalam hal keimanannya terhadap kitabullah dan apa-apa yang diturunkan-Nya. Ketika turun surat An-Nur, pada potongan ayat (yang artinya) : Dan hendaknya mereka memakai kerudung sampai menutupi dada mereka. Maka saat itu pula para suami membacakan kepada anak-anak perempuan, saudara-saudara perempuan dan kerabat-kerabatnya setelah dibacakan, maka tidak ada satu wanita pun kecuali mereka memakai kerudung (jilbab) lalu mereka melipatkannya di atas kepala mereka. Hal itu dilakukan karena kepercayaan dan keimanan mereka terhadap apa yang telah diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Kemudian tatkala mereka berada di belakang Nabi Shallallahu Alaihi wasallam , mereka terlihat sudah mengenakan jilbab. Seolah-olah di atas kepala mereka ada seekor burung ghirban.” (Hadist ini disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir, kemudian disandarkan kepada : Ibnu Abu Hatim)

Hadist di atas menunjukkan contoh perempuan yang tidak menjaga diri, yang akan menjerumuskan pada fitnah yang lebih besar. Nauzubillahimandzalik,.... semoga untuk para wanita termasuk yang senantiasa menjaga kesucian diri -Nya

# Bedaklah wajah anda dengan "air Wudhu" nescaya akan bercahaya di akhirat.

Umatku akan tampil pada hari kiamat dengan wajah bersinar tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhu. ( Al-Hadist )

Semoga Bermanfaat untuk mu

والله أعلمُ بالـصـواب
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ